Bercerita tentang dunia pendidikan. Terutama dari
sisi status sekolah tersebut. Terkadang dari kalangan siswa lulusan baru merasa
kurang percaya diri yang sekolah di tingkat pendidikan yang berstatus swasta, entah
itu SMP, SMA ataupun SMK. Padahal kualitas dan mutu pendidikan bukanlah dari
sekolah yang bersangkutan melainkan dari kemauan personal yang ingin belajar.
Berawal dari perbincangan dengan beberapa teman-teman bahwa
tidak semestinya teman-teman dari perguruan tinggi Negeri (PTN) memandang remeh
teman-teman yang kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS). Demikian pun
sebaliknya bahwa teman-teman yang dari PTS tidak seharunya minder dengan
dirinya yang hanya kuliah di PTS. Seperti pada pemikiran umum orang lain, saya
juga demikian, dalam hal ini saya sebagai mahasiswi Universitas Mayjen Sungkono
pada awalnya juga meragukan tentang keberadaan universitas ini karena status
swasta yang melekat pada Universitas Mayjen Sungkono. Terlebih lagi saya juga
sering mendengar hal-hal negative dari para mahasiswa sebelumnya tentang
keaktifan dan kedisiplinan yang kurang ditekankan dari Universitas tersebut.
Tahun lalu ketika melihat UMPTN yang diantaranya banyak yang
tidak lulus masuk PTN, sangat kecewa akan hal itu, bahkan diantara mereka ada
yang rela melakukan cara negatif demi masuk PTN sebutlah misalnya siap menyogok
dengan puluhan juta demi masuk PTN. Sempat bertanya ke beberapa mahasiswa
terkait dengan PTN dan PTS dengan beberapa argumen. Ini persoalan gengsi, tidak
tren kalau tidak kuliah di PTN, dengan PTN jaminan kerja lebih banyak
peluangnya, dll.
Hemm talah :3 tersenyum tersimpuh mendengar
komentar-komentar dari beberapa mahasiwa.
Apakah betul Universitas Swasta tidak pernah menghasilkan
lulusan-lulusan berkompeten? Saya rasa pertanyaan ini agak kurang rasional.
Walaupun kuliah di Perguruan Tinggi Swasta tapi kalau semasa kuliah jumlah
kehadirannya lebih banyak dari jumlah ketidakhadirannya, bisa jadi juga
hasilnya akan tidak baik. Lulusan Perguruan Tinggi Swasta dalam hal ini Universitas Mayjen
Sungkono masih bisa bersaing dengan lulusan Perguruan Tinggi Negeri lainnya.
Pernah saya bertanya dengan salah satu dosen saya di Universitas Mayjen Sungkono, kebetulan saja waktu itu cerita-cerita tentang
pendidikan. Beliau memberikan sedikit inspirasi. Sebagian dosen-dosen negeri
pada saat jam mengajarnya, malah mereka memberikan ke asistennya untuk mengajar
dan dia lebih cenderung mengajar di tempat lain, dan tak lain adalah di
Perguruan Tinggi Swasta seperti Universitas Mayjen Sungkono. Artinya kualitas
pendidikan di Universitas Mayjen Sungkono sebenarnya tidak bisa dipandang
sebelah mata karena semua tergantung pada diri kita masing masing. Yaah meskipun
sebenarnya hasil pembicaraan ini tidak seharusnya dijadikan sebagai data
standar dalam mengambil kesimpulan, paling tidak bisa dijadikan motivasi untuk
yang lain agar tidak minder dengan menimba ilmu di Perguruan Tinggi Swasta, khususnya di Universitas Mayjen Sungkono.
Berbicara dengan kesuksesan, malah sebagian orang-orang
sukses juga tidak sedikit yang dihasilkan oleh Universitas Swasta, termasuk Universitas Mayjen Sungkono.
Saya pribadi sangat yakin bahwa sampai saat ini masih
selalu optimis bisa sepadan dengan lulusan Perguruan Tinggi Negeri meskipun
saya hanyalah seorang mahasiswi Universitas Mayjen sungkono yang notabene
adalah perguruan tinggi swasta yang ada di kota kecil Mojokerto. Semoga teman
mahasiswa yang kuliah di Universitas Mayjen Sungkono tetap semangat.
Belajar...belajar...dan belajar. Mari persiapkan diri lebih baik, persiapkan
diri sesuai cita-cita masing-masing. Supaya kelak pada saat kesempatan itu ada, kita
tidak akan kaku lagi dengan persiapan diri yang matang yang sudah dilakukan.
Karena semua berawal dari diri kita masing masing, bukan dari asal kita menimba
ilmu. Namun dari cara kita untuk mendapatkannya :)
Komentar
Posting Komentar